Tips Menata Ruang Cuci Jemur

Ruang jemur merupakan salah satu ruangan yang selalu ada di setiap rumah. Entah rumah berukuran luas atau mungil, ruang jemur selalu mendapat pembagian tempat. Sebab, tanpa ruang jemur kita akan kebingungan ketika selesai mencuci baju, meletakkan barang cucian, atau menggantung baju ketika kita basah kehujanan. Tentunya kita tidak bisa begitu saja menggantung pakaian pada sudut ruang, jendela, atau kamar mandi agar keindahan dan kerapihan rumah tetap terjaga. Membuat dan menata ruang jemur tidaklah seribet yang Anda pikirkan, berikut tips sederhana untuk ruang jemur yang rapi, aman, dan nyaman.

1. Pilih lokasi

Bagi Anda yang memiliki rumah lebih dari satu lantai Anda bisa menempatkan ruang jemur pada lantai paling atas. Buatlah sebuah ruang khusus untuk menjemur pada bagian teratasnya. Jika rumah Anda satu lantai, ruang jemur bisa diletakkan di belakang rumah atau samping rumah. Tidak perlu terlalu luas, 2x3m saja cukup untuk meletakkan jemuran dan mesin cuci berukuran kecil.

2. Beri Atap

Ruang jemur yang ideal sebaiknya tetap menggunakan atap. Atap berfungsi untuk menjada agar jemuran tidak mudah pudar karena sengatan sinar matahari langsung. Selain itu ketika tiba-tiba turun hujan Anda tidak perlu khawatir karena jemuran Anda  karena sudah terlindungi oleh atap. Atap tidak harus merupakan atap yang permanen, jika ingin menghemat biaya Anda bisa menggunakan atap temporer yang terbuat dari fiberglass

3. Perhatikan keamaan

Jika ruang jemur berada di lantai atas, Anda harus lebih memperhatikan kemanan tepi ruangan. Misalnya saja jika ruang jemur berbentuk terbuka seperti ruang semi jadi, agar lebih aman berilah teralis atau pembatas yang kokoh pada setiap tepi. Disamping lebih aman bagi penghuni juga menghindari baju yang terbang tertiup angin dan jatuh ke bawah sehingga membuat kotor dan repot. Pehatikan juga lantai ruang jemur, jangan menggunakan material yang licin seperti keramik tanpa tekstur, granit, atau marmer karena akan berbahaya ketika terkena air cucian. Pilihlah material yang bertekstur kasar. Selain mengurangi resiko tergelincir juga lebih mudah untuk membersihkan lantainya. Setelah itu, buat desain lantai dengan kemiringan sekitar 2 sampai 3 derajat. Dengan demikian air yang menetes dari pakaian basah bisa mengalir dengan mudah menuju saluran pembuangan.

4. Jaga Tetap Rapi

Ruang jemur Anda mungkin tidak selalu terisi pakaian dan kain yang digantung. Jika tidak digunakan, jangan jadikan ruang jemuran sebagai gudang. Alasannya, tumpukan barang bekas dan debu yang melekat akan membuat ruang jemuran menjadi semakin lembab dan kotor.

Ruang jemur juga umumnya diisi oleh peralatan mencuci, seperti mesin cuci, wastafel dan detergen. Dengan luas yang minim, pastikan ruang jemur Anda tetap terlihat rapi. Letakkan cabinet pada salah satu sisi untuk meletakkan alat cuci dan untuk melipat baju siap setrika dan baju siap cuci. Pastikan semua tertata rapi agar ruang jemur dan cuci tidak terlihat seperti gudang.

5. Pilih Gantungan Baju yang Praktis

Salah satu masalah yang kerap ditemui ketika mendesain ruang jemur diruang sempit ialah desain gantungan atau rak pengering yang memakan tempat. Untuk mengantisipasi hal ini, Anda bisa mendesain gantungan yang membentang dari satu dinding ke sisi dinding lainnya.

Pilih material anti karat dan ringan seperti plastik atau alumunium untuk menjaga pakaian Anda dari noda dan jamur. Beberapa toko perlengkapan rumah tangga juga menyediakan model gantungan baju yang menempel di dinding dan bisa dilipat jika sewaktu-waktu tidak digunakan.

 

 

Sumber artikel: https://www.rumah.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s