Indah dan Uniknya Dinding Rooster

Dinding rooster biasanya dapat kita lihat di rumah-rumah tropis zaman dulu. Biasanya dinding rooster diletakkan di atas pintu atau jendela. Bentuk dari dinding rooster juga bermacam-macam, seperti kotak, persegi, segi enam, dan sebagainya.

1b20004706b3e0651565efd009ecfb15.jpg
Dinding rooster sebagai lubang angin.

Fungsi utama dari rooster adalah sebagai lubang dinding untuk menciptakan sistem sirkulasi udara yang lebih maksimal dalam ruangan. Seiring berjalannya waktu, fungsi rooster kini kian berkembang. Selain sebagai lubang angin, rooster bisa digunakan untuk mempercantik rumah agar tampilan ruang lebih menarik dan juga sebagai pengganti pagar. Oleh sebab itu, biasanya rooster dibuat dengan desain secantik mungkin.

e552569b326e1e5244706f369a928813.jpg
Beberapa contoh rooster yang terbuat dari tanah liat.

Rooster dibuat dari berbagai macam bahan, seperti beton, semen dan pasir yang dipadatkan, keramik, batako, dan tanah liat. Rooster yang terbuat dari batako memiliki kualitas yang lebih bagus dan kuat, tetapi jika dilihat dari tampilannya, kurang menarik dibandingkan dengan rooster dari tanah liat. Namun, harganya memang lebih murah dan irit. Untuk rooster tanah liat, tampilannya lebih cantik, tetapi kurang begitu kuat dibandingkan dengan rooster batako.

b40f50197153d8d069a02346edb28415.jpg
Macam-macam motif rooster.

Motif rooster juga kini semakin beragam, seperti motif kotak, motif bulat, dan motif bunga; tinggal dipilih sesuai selera saja. Motif yang menarik membuat rooster dapat dijadikan sebagai ornamen artistik pada rumah.

7b7be602695d488b6d9587ffbadd418d.jpg
Contoh rooster yang belum dipasang.

Pada umumnya, rooster memiliki ukuran 20 cm x 20 cm dengan bobot yang relatif berat yaitu 4,5 kg. Walaupun terlihat berat, rooster tetap dapat ditumpuk dengan aman. Agar tampilannya lebih menarik, dapat disusun secara selang-seling dan direkatkan menggunakan semen. Selain perekat semen, rooster hanya perlu dikuatkan menggunakan tambahan pelat besi. Pelat besi setebal 4 mm dapat disekrup pada bagian atas rooster. Fungsinya adalah untuk membuat rooster bertambah kaku dan tidak mudah roboh apabila terdorong angin atau tersenggol.

f2ed00ba934d762f92fbd3ce40cd61ac.jpg
Contoh rooster yang tidak menggunakan tiang maupun balok.

Konstruksi rooster biasanya tidak menggunakan tiang maupun balok. Dinding rooster hanya bertumpu pada sloof yang mengikat pondasi di dalam tanah. Sloof yang bertanggung jawab untuk menerima dan menyalurkan beban rooster ke fondasi.

Jenis-Jenis Rooster

Penamaan dari rooster di pasaran didasarkan pada material pembuat rooster. Jadi, nama rooster pun beragam, seperti rooster kayu, rooster keramik, rooster terakota atau bata, rooster batu alam, rooster beton, rooster GRC, rooster besi, rooster kuningan dan masih banyak lagi yang lainnya.

0c9f6e16db11200c6c358e99bcbcc577.jpg
Rooster dari bambu.

Selain rooster yang umum kita kenal, ada pula yang dinamakan sebagai rooster jalusi atau rooster nako, yaitu rooster yang memiliki sirip dengan sudut kemiringan tertentu sehingga percikan air hujan tidak bisa masuk ke dalam ruangan tanpa mengurangi fungsi rooster jalusi sebagai ventilasi ruangan. Kebanyakan rooster jalusi diaplikasikan pada bangunan gudang atau pabrik. Rooster ini terbuat dari material beton sehingga disebut jalusi beton.

Tokoroster-roster-Jalusi-20x20-1-feature-image.jpg
Jalusi rooster yang terbuat dari semen.

Kelebihan Dinding Rooster

  • Udara dalam ruangan menjadi sejuk karena dapat tersirkulasi dengan baik
  • Cahaya matahari dari luar dapat masuk ke dalam ruangan dengan maksimal
  • Motifnya yang menarik membuat rooster dapat dijadikan sebagai unsur dekorasi
  • Rumah akan memiliki dinding yang dapat juga berfungsi sebagai ventilasi udara
  • Rooster dapat diaplikasikan pada berbagai jenis bangunan, mulai dari perkantoran, rumah ibadah hingga bangunan residensial.

Kekurangan Dinding Rooster

  • Kurang bisa menjaga privasi penghuni rumah karena permukaannya yang bolong-bolong
  • Harus memperhatikan intesitas cahaya matahari yang masuk karena lubang yang cukup banyak. Apabila berhadapan secara langsung dengan arah datangnya sinar matahari, dapat membuat ruangan kurang nyaman karena silau atau panas.
  • Kurang begitu kuat menahan beban sehingga tidak dapat dijadikan dinding utama
  • Pemasangannya harus hati-hati karena rooster tidak mempunyai sistem penguncian di antara susunannya
  • Jika dipasang di luar dapat membawa debu dari luar yang terbawa angin ke dalam rumah

 

 

Sumber artikel: https://www.arsitag.com/

Sumber gambar: https://id.pinterest.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s