Pixelisme: Gaya Arsitektur di Zaman Individual

Seberapa tahukah Anda tentang pixelisme? Anda tentu pernah mendengar istilah pixel, biasanya ketika Anda berhubungan dengan layar, warna atau kamera. Singkatnya pixel ialah unsur gambar atau representasi sebuah titik terkecil dalam sebuah gambar grafis yang dihitung per inchi. Jonathan Choe, seorang arsitek dari WOHA Singapura yang juga seniman, urbanis, dan blogger, menulis artikel tentang Pixelisme dalam situsnya urbanARCHnow.com. Beliaulah yang banyak menulis dan mengupas tentang gaya arsitektur Pixelisme dan melakukan beberapa penelitian simpel guna mengamati seperti apa bangunan jika dilihat dari prinsip Pixelisme.

Pixelism-Architecture-5-1024x420 (1).jpg

Para arsitek-arsitek modern memang telah menghancurkan prinsip arsitektur vernakuler dan mengembangkan gaya internasional yang homogen. Namun tidak bisa dipungkiri setelah itu semua, barulah muncul gerakan-gerakan arsitektur baru seperti post-modernisme dan dekonstruktivisme.

27893a749e2ce5e02a57f0d22c9356f6.jpg

Sejak revolusi industri, arsitek bekerja dengan lingkungan baru dan palet material serta teknik konstruksi yang baru pula. Tokoh-tokoh seperti Le Corbusier dan Mies van der Rohe dipengaruhi proses industri dan material baru seperti baja dan beton bertulang untuk menciptakan gaya arsitektur modern. Banyak sekali kelebihan arsitektur modern, seperti efisiensi dan kejelasan struktur (form follows function) yang masih digunakan dalam konteks arsitektur kontemporer. meskipun masih berdasarkan arsitektur modern, mencakup heterogenitas, bukan menyembunyikan isi dari peradaban kota yang beragam di belakang fasad dan rencana yang tenang dan homogen. Pixelisme memberikan sekilas tentang apa arsitektur (atau kota) mungkin terlihat seperti jika kita, sebagai arsitek, benar-benar mulai bergerak melewati stagnansi para modernis.

29769f1e32f7f07f24bec778fa74a264.jpg

 

 

Sumber Artikel   : https://media.rooang.com/

Sumber Gambar : https://id.pinterest.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s