Museum Di Surabaya Yang Masih Jarang Dikunjungi

Surabaya sebagai Kota Pahlawan punya banyak sejarah yang berkaitan dengan sejarah perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Karenanya tak heran kalau ada cukup banyak museum di Surabaya. Namun sayangnya, beberapa museum di Surabaya tersebut mungkin masih termasuk yang cukup dikunjungi. Apa saja sih museum-museum tersebut?

Museum Kesehatan Dr. Adhyatama

Museum Kesehatan sudah didirikan sejak tahun 1990, tetapi baru diresmikan pada 14 September 2004. Peresmiannya sendiri dilakukan oleh Dr. Achmad Sujudi, yang tengah menjadi Menteri Kesehatan RI pada saat itu. Saat berkunjung ke museum ini, kita bisa menemukan koleksi buku, kaset rekaman, video, alat kesehatan serta berbagai koleksi mengenai sejarah kesehatan Indonesia yang lain.

images.jpg

Bukan hanya itu, berbagai peralatan medis dan non-medis, pengobatan herbal, serta perkembangan iptek yang berhubungan dengan kesehatan juga ada di museum ini. Bahkan pengobatan tradisional dan mistik juga dimuseumkan dalam ruangan khusus, yang kemudian menjadikan museum ini populer dengan sebutan museum santet.

Museum Kanker

Museum Kanker Indonesia didirikan oleh Yayasan Kanker Wisnuwardhana pada tanggal 2 November 2013. Yang kemudian menjadi satu-satunya museum kanker yang ada di Indonesia, dan juga diklaim sebagai yang pertama di dunia.

museum-kanker-indonesia-surabaya-a.jpg

Museum ini memiliki 30 alat peraga kanker yang terdiri dari alat peraga sel kanker tulang, kanker payudara, kanker sel getah bening, kanker paru-paru, dan sel kanker lainnya. Kita juga bisa mengecek dan mempelajari langkah pencegahan kanker di museum yang terletak ini.

Rumah H.O.S. Tjokroaminoto

Rumah ini diperkirakan dibangun pada tahun 1870. Namun hingga saat ini, secara keseluruhan bangunan rumah ini tetap sama seperti ketika ditinggali oleh Tjokroaminoto, meski barang-barang yang ada di sana merupakan barang replika.

dscn2836-jpg-563715ded69373a807aa479d.jpg

Fasad rumah ini menggunakan cat berwarna putih dengan pintu dan jendela di bagian depan rumah berwarna hijau yang dipadukan dengan warna kuning.  Layaknya konsep rumah lama, bagian plafonnya pun terbuat dari anyaman bambu. Selain itu, lantai rumah pun masih terbuat dari ubin-ubin kecil yang warnanya mulai kusam karena termakan usia.

Rumah W.R. Soepratman

Terletak di Jalan Mangga No. 21, Surabaya, di sinilah rumah tempat meninggalnya pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, Wage Rudolf Soepratman. Rumah ini sebenarnya merupakan tempat tinggal kakak perempuan Soepratman yang bernama Rukiyem Supratijah. Namun akibat menciptakan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, WR. Soepratman yang menjadi buronan pihak pemerintah Hindia Belanda harus bersembunyi di rumah ini.

79a58ddbb6f1209894506862a052d1adf77ffd44.jpg

Dilihat dari bentuk, rumah ini sangatlah sederhana dengan ukuran yang tak terlalu besar dengan posisi menghadap ke arah timur. Pada halaman depan rumahnya kini dihiasi taman mungil dan patung Soepratman yang sedang memainkan biola. Beberapa bagian rumah seperti bentuk bangunan, pintu, jendela, serta lantainya masih mencerminkan bangunan rumah kuno.

Museum Surabaya

Jika ingin melihat dan mempelajari berbagai benda yang bersejarah bagi kota Surabaya, maka wajib mengunjungi Museum Surabaya yang berada di Lantai Dasar Gedung SIOLA, tepatnya di pojok jalan antara Jalan Genteng Kali dan Jalan Tunjungan. Kita bisa melihat buku arsip tahun 1800-an yang ditulis dengan tangan, ketel uap yang berasal dari abad ke-18, angguna, bajaj, kursi dan meja sekolah tahun 1960-an, replika biola W.R. Soepratman, dan piano kuno Gombloh.

museum_surabaya1.jpg

Selain itu, benda koleksi Museum Surabaya adalah benda-benda yang bersejarah bagi kota Surabaya, sejak dipimpin oleh Wali Kota Surabaya pertama di zaman Belanda (burgermesteer): Mr. A Meyroos (1916-1921) sampai dengan Wali Kota yang sekarang, Tri Rismaharini.

 

 

Sumber Artikel : https://media.rooang.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s